Tuesday, June 24, 2014

Pahargyan Dhaup Yunita & Ardhana

Tidak bisa diungkapkan dengan runtutan kata di atas kertas putih, rasanya tak mungkin cukup diluapkan dengan kata seindah apa pun. Pokoknya, sangat bahagia, penuh keharuan, berlimpah syukur. Tak hanya satu, dua, atau sepuluh orang yang berbahagia, semua bahagia.

Alhamdulillah, Sabtu, 14 Juni 2014, anak mbarep Ibuk melepas masa lajangnya (adiknya yang pas -MasOni- pasti seneng, antrinya selesai, haha).

Ibuk yang luar biasa, darimu kami belajar bagaimana membangun dan membina hubungan sosial dengan sesama. Bahagia dan haru membuncah, melebur jadi satu, ketika kami lihat ternyata sangat banyak orang-orang yang menyayangi Ibuk.

Banyaknya sedulur, tetangga, kawan, yang hadir dalam acara, membantu, meringankan beban, serta melangitkan doa tak bisa kami balas selain dengan doa, Jazakumullaah ahsan al-jaza`... Terima kasih kami haturkan kepada panjenengan semua atas segala support yang diberikan dari mulai persiapan mantu, prosesinya, dan pasca acara. Hingga rasanya kekurangan di sana-sini dalam acara terganti dengan kebahagiaan tak terbilang.


Puji syukur, Allah Maha Baik, kebahagiaan kami merupakan anugerah yang kesekian ribu Allah limpahkan. Terima kasih, Allah... Terima kasih... Terima kasih...

Selamat menempuh hidup dengan status baru, Mba Nita dan Mas Dhana. Semoga dapat membina keluarga yang sakinah, mawaddah, dan penuh rohmah...

Akhirnya, seringkali pictures say everything than words...
Jum'at, 13 Juni 2014
proses penurunan berkat - matur nuwun, nang haidar :)
nata berkat - matur nuwun, nduk cangi :)
hajatan
go greeeeeeeen :D
calon besan datang
Tia the Bride :D
mbah Rayiiiii :*
senyum bahagia :)))))

ada yang metungul tinggi di belakang :D
matur nuwun rawuh dan doanya, keluarga bojonegoro
Nonem Band
Shiefila family - bogor
owner Kembar Catering
penampilan istimewa Imel
3 keluarga sahabat Bapak :)


keluarga mbah Bahar Bandung
mantene cengengesan :p
gift
terima kasiiiiiih

Tuesday, January 21, 2014

Karena Wanita...

Ribuan hari aku menunggu kabar kedatanganmu untuk menemani hari-hariku juga untuk melengkapi hidupku. Andai kau tahu, betapa sungguh hati ini tersiksa karena kerinduan tak terbatas dan belum terbalas. 

Telah kukerahkan semua usahaku agar kau segera hadir di kehidupanku. Doaku memohon kehadiranmu pun tak pernah lupa kulangitkan setiap saat. Karena aku sungguh merindukanmu. Merindukan kehadiranmu, sayang… 

Kepada-Mu, semua harapan kusandarkan. Karena sehebat apapun usahaku dalam mewujudkan anganku, jika kehendak-Mu belum sejalan dengan anganku, maka anganku tak mungkin terwujud. Aku tak meragukan kasih sayang-Mu kepadaku, sungguh tak meragukan kuasa-Mu kepada seluruh alam.

Bukankah Kau memberi jawaban doa yang sangat menyenangkan kepada Nabi Zakariya?! Kau berkata kepadanya, “Aku memberimu kabar gembira, kamu akan mempunyai seorang anak.” Kemudian saat Zakariya menganggap hal itu aneh, “Bagaimana mungkin? Istriku adalah seorang yang mandul dan aku adalah lelaki jompo.” Kau pun berfirman, “Huwa ‘alayya hayyinun, mudah saja bagi-Ku. Tidakkah Aku ciptakan kamu dari ketiadaan?!” 

Aku cemburu pada setiap ibu. Mencemburui setiap detik kasih sayangnya kepada darah dagingnya. Ijinkan aku turut merasakan apa yang telah mereka rasakan. Aku juga -sangat- ingin menjadi seperti mereka. Menjadi madrasah al-‘ula untuk anakku. Menyempurnakan kodratku sebagai wanita. 

Jika saat ini belum waktunya, luaskanlah lagi kesabaran dalam hati hingga tiba waktunya. Jika kesedihan atas kerinduanku tengah merajai hati, peluklah aku lebih erat dari pelukan-Mu setiap saat. Aku tak akan pernah bosan mengusahakan tercapainya angan. Aku pun mencoba untuk slalu tak pernah lelah memohon kepada-Mu. Karena aku yakin Kau tak akan berkata, “Aku tak bisa berbuat apa-apa lagi.”

Friday, April 26, 2013

#5yr

Kau ada, meski tak tertangkap mata. Slalu ada, meski tanpa sapa. Tetap ada, bersemayam dalam dada...

Entah harus kutuliskan apalagi untukmu, saat kenangan begitu cepat dalam imaji dan jari jemariku begitu lambat tak sanggup berlari... Ingatan tentangmu tak pernah berujung, semakin aku mengingatmu, hadirmu begitu terasa nyata dekatnya...

Mengingatmu, doa untukmu, kerinduan, and more...

Terima kasih, untuk lima tahun sebagai jeda ragaku dan ragamu, menjadikan semuanya terasa semakin ada...

Untuk Bapak, rahimahullaah, al_faatichah..

250408_250413