Thursday, July 12, 2012

no more

Menulis tentangmu setiap malam, itu yang aku inginkan. Menyatakan semua keindahanmu ke dalam kata, semua kebaikanmu ke dalam prosa, itu yang aku inginkan. Karena bibirku selalu kelu tak mampu mengucap, bibirku tak sanggup bertepuk untuk bersuara.

Malam ini, tanganku pun tak kuasa mewujudkan kata, menciptakan prosa, untukmu. Maafkan aku, sayang... Malam ini tak ada satu ungkapan pun yang mampu kutulis untukmu...

Aku tergugu dalam pilu.

Wednesday, July 11, 2012

Aku Masih Ada

Entah keberadaanku masih kau anggap atau tidak. Yang jelas aku masih ada, di sini. Aku tak kemana-mana, hanya sesekali berkali-kali mengurungkan niat untuk berwajah di depan matamu, juga tak bernyali untuk menyuratimu walau sekedar ingin tahu kabarmu. Apa kabar kau, duhai?

Aku masih sering menilik semua wajah mayamu. Bagiku itu cukup untuk tahu kau masih di sana dengan entah mengenalku atau tidak. Itu tak mengapa, karena aku tak ingin memaksamu untuk selalu mengingatku, tidak melupakanku, apalagi memintamu untuk menganggapku ada dalam hidupmu bahkan bermakna untuk kehidupanmu.

Yah... Jika harus sekarang juga atau nanti aku pergi, aku mohon jangan membiarkanku tercekik karena kehilangan esensi kata maaf dan terima kasih.

Monday, July 9, 2012

Rasanya Itu...

Belum tentu kamu bisa merasakan apa yang aku rasa. Begitu juga dengan aku. Tak bisa aku mencerna lakumu dengan baik yang mungkin tak sama dengan apa yang kamu rasa.

Tahukah kamu bagaimana perasaanku saat kamu ginikan? Rasanyaaaa... ingin mencabik-cabik, berteriak, menyampaikan amarah tanpa ramah padamu, dan aaarrrrggghhhhhh, begitu tak tenangnya aku dalam perjuangan menyeimbangkan kesadaran otak dan hati!

Tuhaaan... Sembuhkan dan jauhkan aku dari segala macam penyakit hati.